RAMAWIDI


Biography

Pemain harpa terbaik di Indonesia yang telah bermain dengan berbagai orkestra di Eropa, Thailand, dan Indonesia. Walaupun dapat dikatakan sangat telat dalam belajar harpa, Rama telah menoreh beberapa sejarah untuk dunia harpa Indonesia antara lain menjadi orang Indonesia pertama yang diundang untuk konser solo di Vienna Jazz Festival 2007, orang Indonesia/Asia Tenggara pertama yang lolos seleksi kompetisi harpa tersulit di dunia selama 50 tahun kompetisi harpa ini telah diselenggarakan di Israel, orang Indonesia pertama yang diundang untuk perform solo concerto diiringi orkestra di hall terbesar di Wiener Konzerthaus (Vienna, Austria) pada tahun 2016.

Kepiawaiannya dalam bermain harpa terbukti karena pernah menjabat menjadi Principal Harpist di Symphonia Vienna Orchestra dan Thailand Philharmonic Orchestra, serta menjabat menjadi dosen Harpa/Chamber Music di Institute Kesenian Jakarta dan Mahidol University Thailand. Terhitung dari tahun 2005, Rama telah perform solo lebih dari 40 kali diiringi berbagai orkestra dari Indonesia maupun Vienna membawakan beraneka Harp Concerto yang sudah tertulis pada jamannya maupun Harp Concerto yang baru ditulis oleh beberapa komposer untuk dimainkan World Premier oleh Rama. Selain menjadi soloist Rama juga aktiv di dalam kegiatan musik lainnya seperti mengajar, solo resital/performance dan chamber music.

Rama mulai belajar harpa pada tahun 2004 dibimbing oleh Julia Reth di Vienna Conservatory, vocal klassik dengan Robert Fontane, dan lulus dengan nilai luar biasa pada tahun 2010 yang dimana setara dengan S2. Bersamaan dengan itu, Rama juga mengambil kuliah Musik Pädagogik (Music Education) dengan minor Conducting Orchestra dengan bimbingan Lazlo Gereb yang telah diselesaikan ditahun 2012. Sepulangnya ke Indonesia, Rama kerap diundang untuk memberikan seminar motivasi kepada anak-anak muda untuk dapat mencapai impian yang diinginkan karena banyak yang mengakui oleh karena keterlambatannya dalam belajar harpa (saat berumur 19 tahun), Rama satu-satunya figure yang menyanggah pepatah “tidak ada kata terlambat untuk belajar”.

Walaupun telat memulai belajar harpa, selama karirnya sebagai pemain harpa, Rama telah memecahkan rekor harpist Indonesia pertama yang menjadi soloist dan diiringi oleh hampir seluruh orkestra kenamaan di Indonesia seperti: Twilite Orchestra, Nusantara Symphony Orchestra, Jakarta City Philharmonic, Amadeus Strings Chamber Orchestra, Cikini Symphony Orchestra, Jakarta Concert Orchestra, Jakarta Simfonia Orchestra dan Bandung Philharmonic.


DOWNLOAD FULL CV


ENGLISHINDONESIA